Tol Solo Kertosono, seratusan makam di Denggungan, Boyolali, belum dibongkar

Anda Terdeteksi Menggunakan Ad Block

Untuk Bisa Mengunjungi Website SeputarBoyolali.com, Mohon Matikan Ad Block Yang Anda Gunakan, Lalu Refresh Kembali Halaman Ini... Terima Kasih ^_^

Seputarboyolali.com – Seratusan unit makam di kompleks permakaman Desa Denggungan, Banyudono, Boyolali, hingga kini belum dibongkar ahli warisnya. Padahal, ahli waris telah menerima uang kompensasi dari pelaksana tol Solo-Kertosono (Soker) selaku pembeli tanah.

Tol Solo Kertosono

Pantauan Solopos.com di lokasi, makam-makam di Denggungan itu masih utuh dan belum dibongkar. Padahal, tepat di samping makam itu proyek tol sudah berjalan.

Bahkan, untuk persiapan arus mudik dan arus balik, di samping makam itu sudah dicor jalan dengan lebar enam meteran. Rencananya, makam-makam tersebut dipindah ke permakaman umum Desa Denggungan.

Selanjutnya, bekas makam itu akan disulap menjadi jalan tol yang menghubungkan Ngasem, Karanganyar. “Uang kompensasi sudah kami berikan semua. Sekarang tinggal pembongkarannnya oleh ahli waris makam,” ujar Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pembebasan lahan tol Soker, Waligi, kepada Solopos.com, Jumat (9/6/2017).

Waligi tak mengetahui alasan persisnya makam-makam itu belum kunjung dibongkar oleh ahli waris. Namun, yang jelas dia memastikan setelah Lebaran makam-makam itu harus dibongkar untuk melanjutkan proyek tol.

“Mungkin masih Bulan Puasa. Jadi pihak ahli waris menanti setelah Lebaran,” jelasnya.

Rencana awal, pembongkaran ratusan makam di Denggungan tersebut dilakukan akhir bulan lalu. Selanjutnya, makam-makam itu akan dipindah ke lokasi lainnya yang terdekat dan tak dilintasi tol Soker.

“Kami sudah koordinasi dengan pemerintah desa dan ahli waris. Desa sudah menyediakan lahan pengganti,” ujarnya.

Waligi menyebutkan ada 28 ahli waris di kompleks permakaman Denggungan. Setiap ahli waris, kata dia, rata-rata mewarisi empat hingga tujuh makam. Dengan demikian, total makam yang bakal dibongkar mencapai ratusan unit.

“Nilai kompensasi masing-masing unit makam berbeda-beda. Ada yang Rp2 juta karena bangunannya sederhana, ada juga yang sampai Rp4 juta karena bangunan makamnya megah,” terangnya.

Dikutip dari www.solopos.com

Leave a Reply